ACC Rampas Mobil Sigra Milik Debitur Rama di Kota Palembang Tanpa Putusan Pengadilan ?
HARIANTUBA.COM (SMSI) – Nasib apes menimpa RM (34) Warga Kampung Agung Dalam, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Mobil Daihatsu Sigra 1.2 R /MT/2022 dengan Nomor Polisi BE 1324 TE Nomor Rangka MHK56GI6INI112412 Nomor Mesin 3NRH678491 di rampas lebih dari lima orang debt collector dari kantor ACC Cabang Palembang.
Dengan modus menyetop dan memberhentikan kendaraan yang sedang di kendarai RM, lalu para debt collector mengajak RM ke kantor ACC Cabang Palembang, setelah sesampainya di kantor ACC Cabang Palembang para debt collector tersebut memaksa serta mengintimidasi RM agar mau menandatangani beberapa kertas yang di berikan.
Menurut keterangan, pemilik mobil Rama Septa Z, keronologisnya, pada hari Kamis 20 Maret 2025 sekitar pukul 13:20 WIB saya dari arah Jambi akan pulang ke Lampung, saat melintas di alang-alang lebar ada satu unit mobil dan satu unit motor tiba-tiba memepet kendaraan saya, dan dari dalam mobil turunlah empat orang dengan memperkenalkan diri bahwa mereka dari kantor ACC Cabang Palembang.
“Karna saya merasa ada kewajiban yang belum saya selesaikan dengan kantor ACC, maka dari itu saya menuruti kemauan para debt collector untuk datang ke kantor ACC Cabang Palembang, tapi saya tidak menyangka sesampainya di kantor ACC Cabang Palembang yang awalnya mereka akan membantu ini malah sebaliknya, saya di paksa untuk menandatangani beberapa kertas dengan di dokumentasikan serta mereka juga meminta paksa kunci dan STNK mobil saya tersebut walau akhirnya tidak saya serahkan. Akan tetapi saat saya akan melanjutkan perjalanan, kendaraan saya yang terparkir di halaman kantor telah di halangi tiga unit kendaraan dan akhirnya saya tinggalkan kendaraan tersebut,” Jelas Rama, Senin (24-03-2025)
Lanjutnya, setelah sampai di Lampung Rama juga sempat menemui kantor ACC Cabang Bandar Jaya dimana kontrak kendaraan tersebut untuk menyampaikan kejadian yang dia alami namun kantor ACC Cabang Bandar Jaya memberikan respon tidak adil dan sepihak.
“Pas hari Jumat itu saya langsung datang ke kantor ACC Cabang Bandar Jaya dan bertemu pak Ali dan apa yang terjadi kepada saya, saya sampaikan kepada beliau dan saya juga selaku debitur sudah menyampaikan kesanggupan saya dengan membuat surat pernyataan, siap membayar semua kewajiban yang masih tertunggak. Akan tetapi kantor ACC Cabang Bandar Jaya membalas dengan surat yang pagi tadi saya terima, dengan isi saya selaku debitur wajib membayar angsuran beserta denda sampai dengan akhir kontrak, sedangkan kontrak saya selesai tahun 2027 jelas Ini sangat tidak adil bagi saya karna diputuskan secara sepihak,” papar Rama.
Lanjut Rama, selain itu selaku debitur saya juga sangat di rugikan karna selain angsuran yang nyaris setengah telah masuk, pengambilan kendaraan tersebut juga menggunakan Down Payment (DP) maka dari itu dalam waktu deket ini saya akan melaporkan apa yang saya alami kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta lembaga-lembaga terkait.
“Tidak menutup kemungkinan bila memang di temukan adanya unsur pidana saya beserta kuasa hukum akan melaporkan hal tersebut kepada Aparat Penegak Hukum,” Tegas Rama.(red).