Sintiya Si Pembunuh Bayi Korban Pemerkosaan Majikan di Malaysia

IMG_20200727_112030.jpg

TULANG BAWANG – Sintiya ES menjadi korban pemerkosaan majikannya sampai hamil dan mahirkan, saat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) sebagai asisten rumah tangga di Negara Malaysia. Ia dipulangkan paksa oleh pihak agensi Citra Unggul – Unggul, Tanjung Pinang, Malaysia.

Saat diwawancarai HARIANTUBA.COM dan KORANDESA.COM, Sintiya mengaku bahwa, dirinya selama kerja di Malaysia mendapat perlakuan tindakan asusila atau pemerkosaan dari majikannya sendiri. Menurutnya, ia bekerja di Malaysia hanya sebelas bulan saja.

“Saya diperkosa majikan saya sampai hamil pak. Mau gimana lagi pak disana gak bisa melawan ataupun berontak – berontak. Disana gak ada siapa siapa pak, hanya bisa pasrah dan nerima musibah,”lirihnya, di Mapolres Tulangbawang.

Wanita malang nan pembuang dan pembunuh bayi laki – laki di kali Cakatraya ini menerangkan, ia dipulangkan ke tanah air oleh agensi Citra Unggul, pada Minggu (19/7/2020), kemudian, pada Rabu (22/7/2020) masuk ke rumah sakit yang ada di Tulangbawang, untuk menjalani perawatan.

“Paginya saya lahiran di rumah sakit. Malam harinya saya keluar dari rumah sakit bersama suami jalan ke jembatan kali Cakatraya untuk membuang bayi itu,”terangnya polos.

Kaget dan terkejut bukan main, saat wartawan HARIANTUBA.COM mendengar pengakuan dari sang ibu jabang bayi ini, saat menyebut bayi itu dilempar dari atas jembatan dalam keadaan hidup dan sehat bugar.

“Saya menyuruh suami saya untuk melempar bayi itu ke sungai. Saya malu sama keluarga karena pulang dari TKW bawa bayi. Malu sama keluarga kami berdua pak,”kata dia.

Dihadapan para wartawan, Sintya dan Bagus Mukti Tama mengaku sangat menyesali atas perbuatannya itu. Mereka berdua siap untuk menjalani hukuman dan siap untuk bertobat. (*)

Penulis / Edotir : budiaje

scroll to top