Kejari Tuba Respon Dugaan Penyimpangan Proyek Mubeler 1,8 M di Disdikbud Tuba Barat

Screenshot_2022-01-13-10-03-39-562_com.miui_.gallery.jpg

TULANG BAWANG BARAT – Pihak Kejaksaan Negeri Tulang Bawang mengaku siap untuk menindaklanjuti atas adanya dugaan penyimpangan proyek pengadaan mubeler di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pihak ketiga atau rekanan pemenang tender proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp1,8 M itu adalah CV. Cipta Permai yang beralamat kantor di Kemiling, Kota Bandar Lampung.

“Akan kami pelajari terlebih dahulu Bang,”kata Kasi Intel Kejari Tulang Bawang Leonardo Adiguna, via ponselnya.

Selain direspon Kejari Tulang Bawang, pihak Polres Tulang Bawang Barat juga sudah meresponnya dan mengaku akan menindaklanjuti dan mempelajari proyek pengadaan mubeler itu.

“Terimakasih infonya, dan akan kami pelajari . Nanti saya turunkan tim unit tipidkor untuk masuk dan akan dipelajari,”kata Kasat Reskrim Polres Tuba Barat AKP. Freddy Afrisa, via ponselnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pengadaan mubeler di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tuba Barat) tahun anggaran 2021 disinyalir bermasalah, karena tidak sesuai dengan juklisnya. Proyek milyaran rupiah itu tidak ada konsultan pengawas yang mengawasi proyek mubeler tersebut.

Proyek pengadaan mubeler yang dikelola oleh pihak ketiga atau rekanan yang dikirim ke sekolah tidak sesuai dengan juklisnya. Bahan kayu material mubeler bukan menggunakan jenis kayu kelas dua (II).

“Bahan mubeler di Dinas Pendidikan Tulang Bawang Barat yang dikirim ke sekolah tidak sesuai dengan juklisnya. Bukan jenis kayu kelas II. Itu  tidak sesuai dalam aturan atau juklisnya,”kata salah satu sumber resmi Hariantuba.com, yang memberikan laporan via ponselnya.

Mirisnya, kata sumber, mubeler yang dikirim ke sekolah sudah nonoran atau mengeluarkan bubuk yang menandakan mubelernya sudah mulai rusak, dan pihak sekolah hanya bisa pasrah menerima kiriman mubeler buruk.

“Mubeler yang dikirim ke sekolah sudah nonoran. Dan jenis kayu bukan kayu kelas dua. Mungkin itu stok lama di gudang mubeler,”tulisnya panjang, disertai photo dan video mubelernya.

Pihak Dinas Pendidikan dan PPK nya, kata dia, sempat kelabakan dan kebingungan pada saat masalah itu mulai tercium oleh pihak luar. Para kepala sekolah dikumpulkan dan diminta untuk menyembunyikan mubeler itu di gudang sekolah.

“Waktu itu PPK nya bingung Mas. Semua kepala sekolah di kumpulin. Kemudian disuruh untuk mengamankan atau menyimpan dan menyembunyikan mubelernya. Mereka bingung Mas. Bagaimana dan kemana menyembunyikannya Mas. Mubelernya sudah di photo dan direkam Mas,”ulasnya.

Kalimat terakhirnya, ia memberikan informasi bahwa semua mubeler itu dikirim dari wilayah Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Pembuatannya dan gudangnya ada di wilayah Pringsewu. Soal proyek  mubeler itu tidak ada konsultannya. (Bud)

Catatan : media siber ini menyediakan ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 sebagai landasan hukum. Akan dilakukan koreksi dan revisi bila sudah ada konfirmasi lebih lengkap dari pihak – pihak terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top