KASN dan Inspektorat Diminta Proses Pejabat Sebar Postingan Provokatif

IMG_20201029_114703.jpg

TULANG BAWANG – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Inspektorat diminta untuk merespon dan menindaklanjuti tentang adanya temuan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan sejumlah pejabat yang diduga telah mengunggah atau menyebarkan bahan materi provokatif di media sosial Facebook.

Dugaan bahan materi provokatif itu yakni, menyebar gambar / photo dan sejenisnya bergambar wajah Bupati Tulangbawang Winarti lengkap dengan simbol dan logo Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, yang diunggah oleh para pejabat setempat.

Padahal, Pemkab Tulangbawang ini di pimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang, yakni Winarti dan Hendriwansyah. Namun, Kadiskominfo dan para pejabat menyebarkan hanya ada photo Winarti saja.

Tokoh Pemuda Tulangbawang, Ansori Hasan, mengatakan bahwa, Inspektorat dan KSN berwenang serta wajib untuk mengoreksi, menindaklanjuti dan memproses pejabat tersebut bila telah melanggar etika dan norma sebagai seorang pejabat, abdi negara dan abdi rakyat. Bukan abdi Bupati yang kebablasan.

Ansori menilai bahwa, sikap atau perilaku pejabat di Pemkab Tulangbawang itu dinilai norak dan hanya cari muka untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Bukan mengedepankan kepentingan rakyat atau masyarakat. Sikap pejabat seperti itu dinilai tidak baik.

“Menurut saya sikap dan kelakuan pejabat itu norak. Dan sikap otoriter itu yang tampak terlihat. Ini ada urusan politik dan ada urusan pengabdian sebagai pejabat dan pelayan masyarakat,”ucap Ansori.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang, mengunggah atau menyebarkan photo provokatif di beranda media sosial (medsos) Facebook miliknya, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 10.45 WIB.

Photo provokatif yang disebarkannya itu yakni, unggahan dalam bentuk desain gambar atau photo, atau sejenisnya yang isinya wajah Bupati Tulangbawang, Winarti, lengkap dengan simbol logo Pemerintah Kabupaten Tulangbawang. Pemkab Tulangbawang ini bukan hanya Bupati saja, tapi ada Wakil Bupatinya.

Para oknum pejabat yang menyebarkan simbol Pemkab Tulangbawang hanya ada wajah Bupati Winarti saja, telah berulang – ulang kali. Tidak hanya pada satu momen saja, pada momen momen sebelumnya sudah dilakukan secara berulang – ulang.

“Mustinya seorang pejabat tidak boleh menjadi garda depan atau pelaku penyebaran photo Pemimpin Tulangbawang yang hanya satu orang saja. Pemkab Tulangbawang ini dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati. Tidak boleh Kepala Dinas ataupun pejabat sebagai provokatif,”ujar salah satu warga yang enggan disiarkan namanya.

Sumber yang mewanti wanti menolak namanya disiarkan itu mengaku prihatin atas kondisi dan kenyataan di Pemerintahan Kabupaten Tulangbawang. Pemimpin dan para pejabatnya tidak mengajarkan hal yang baik dan hal yang positif.

“Saya sangat prihatin dan sedih kondisi di Pemkab Tuba saat ini. Miris dan prihatin. Jauh dari harapan masyarakat. Jauh dari harapan saya, yang katanya akan lebih maju dan lebih baik serta lebih bermartabat. Ini sebaliknya lebih terpuruk dan dan gagal,”tukasnya.

Parahnya, ada salah satu narasumber yang lebih dramatis dan meneteskan air mata saat dikonfirmasi soal adanya sikap provokatif oknum Kepala Dinas dan pejabat yang menyebarkan logo dan simbol Pemkab Tuba hanya ada wajah Winarti saja.

“Saya sudah tidak bisa bicara ataupun ngomong apa apalagi. Saya sedih dan saya sangat prihatin. Saya sedih mengapa kondisi Pemkab Tulangbawang jadi begini,”kata dia. (*)

scroll to top