Karnaval Nasi Tumpeng di Tunggalwarga Coreng Gugus Tugas Covid-19

Screenshot_2020-08-18-14-01-06-987_com.miui_.gallery-1.jpg

TULANG BAWANG – Karnaval atau arak – arakan nasi tumpeng besar berkeliling, yang diikuti oleh ratusan orang, bahkan ribuan orang dari berbagai daerah, dan bahkan dari luar Provinsi Lampung, yang digelar di Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang, Selasa (18/8/2020) mencoreng Tim Gugus Tugas Covid-19.

Acara yang digelar selama dua hari, diawali hari pertama karnaval atau arak – arakan nasi tumpeng dan hari kedua berkumpul satu titik ditempat kegiatan keagamaan itu, tidak memiliki izin resmi dari Tim Gugus Tugas Covid19 ataupun tidak memiliki izin dari leading sektoral lainnya. Karnaval tidak memperhatikan protokol kesehatan, yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Padahal, sebelumnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulangbawang, pada 30 Juni 2020 yang lalu, telah menggelar sosialisasi dan pembinaan tentang penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren (Ponpes), dan tempat keagamaan.

Kegiatan yang digelar di rumah dinas (rumdis) Bupati Tulangbawang, atau Ketua Tim Gugus Tugas Covid19, Winarti, itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam penerapan protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid19 dilingkungan Ponpes maupun tempat keagamaan.

“Sebelumnya, pada tanggal 30 Juli 2020, di rumdis Ketua Gugus Covid19 Tulangbawang, para pengasuh pondok pesantren dan para tokoh lintas agama telah mengikuti pembinaan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19 dilingkungan keagamaan,”ujar salah satu warga yang enggan disiarkan namanya.

Dalam kegiatan itu, kata dia, yang menjadi pematerinya adalah Kapolres Tulangbawang, AKBP Andy Siswantoro, Dandim 0426 Tulangbawang Kol. Inf. Kohir, Bupati Tulangbawang, Winarti, Asisten 1, Ahmad Suharyo dan SKPD Kesra Tulangbawang.

“Saat itu, seluruh pengasuh Ponpes dan tokoh keagamaan sepakat dan siap menjadi garda depan, turut serta berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19 dan menerapkan protokol kesehatan,”terangnya panjang.

Sayangnya, kata dia, komitmen dan kesepahaman tersebut telah dicoreng oleh para oknum – oknum, yang dengan sengaja telah membuat sebuah acara besar dengan melibatkan ratusan bahkan ribuan orang, tanpa mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Ya, kemarin siang, Selasa (18/8/2020) sampai hari ini, Rabu (19/8/2020) di Kampung Tunggalwarga, ada kegiatan sosial keagamaan. Ratusan bahkan ribuan orang berkumpul, berjalan keliling, atau arak – arakan, atau karnaval nasi tumpeng, tanpa memperhatikan protokol kesehatan,”ulasnya.

Berkumpulnya orang – orang dari berbagai daerah dan dari luar Provinsi disatu tempat itu, setidaknya telah memberikan sebuah kekhawatiran ataupun ancaman munculnya Klaster baru penyebaran Covid19 diwilayah setempat.

“Apakah mereka, pihak yang bersangkutan tidak menyadari tentang hal itu. Apakah mereka mengganggap bahwa Covid19 adalah tidak berbahaya. Dan apakah mereka meremehkan Covid-19. Tim Gugus Tugas Covid19 Tulangbawang dan semua pihak berwenang untuk menyikapi tentang adanya kegiatan tersebut,”kata dia. (*)

Penulis / Editor : pramono

scroll to top